Di sebuah hutan kecil yang damai, hiduplah seekor koala kecil bernama Kola. Kola sangat lucu, berbulu abu-abu lembut, dan punya telinga besar yang selalu bergerak jika mendengar suara kecil sekalipun.
Masalahnya, Kola punya satu kebiasaan aneh:
Ia sulit sekali tidur malam.
Setiap kali ibu dan ayahnya berkata,
“Waktunya tidur, Kola,”
Kola selalu menjawab,
“Tunggu sebentar lagi ya… aku belum mengantuk.”
Padahal matanya sudah setengah terpejam.
Malam Yang Penuh Alasan Terhadap Koala Kecil
Suatu malam, Kola bilang,
“Aku belum bisa tidur karena bulan terlalu terang.”
Besok malamnya,
“Aku belum bisa tidur karena jangkrik terlalu berisik.”
Malam berikutnya lagi,
“Aku tidak bisa untuk tidur karena aku belum ada memeluk bantal kesayanganku.”
Ibu Kola tersenyum dan berkata lembut,
“Kola, tidur itu penting supaya besok kamu bisa bermain dengan semangat.”
Tapi Kola tetap gelisah dan bolak-balik di tempat tidurnya.
Koala Kecil Bertemu Burung Hantu Bijaksana
Suatu malam, Kola keluar sebentar ke halaman dan bertemu Burung Hantu Owi, yang terkenal paling bijaksana di hutan.
“Kola, kenapa belum tidur?” tanya Owi.
Kola menjawab,
“Aku ingin tidur, tapi pikiranku tidak mau diam.”
Owi mengangguk.
“Kalau begitu, ayo kita coba tiga cara agar tubuhmu siap tidur.”
Napas Daun
Owi berkata,
“Tarik napas yang dalam dan bayangkan kamu seperti mencium aroma daun yang segar… lalu hembuskan secara perlahan.”
Kola mencoba.
Tarik… hembus…
Tarik… hembus…
Bahu Kola mulai terasa ringan.
Hitung Bintang
Owi menunjuk langit.
“Hitung bintang pelan-pelan sampai matamu terasa berat.”
Kola menghitung,
“Satu… dua… tiga…”
Kelopak matanya mulai turun.
Pikirkan Koala Kecil Hal Menyenangkan
Owi berkata,
“Sekarang pikirkan hal paling menyenangkan hari ini.”
Kola tersenyum.
Ia ingat bermain kejar-kejaran dengan teman-temannya dan dipeluk ibunya sebelum makan malam.
Dadanya terasa hangat dan tenang.
Kembali Ke Tempat Tidur
Kola kembali ke kamarnya, naik ke tempat tidur, dan menarik selimut sampai dagu.
Ibu Kola membelai kepalanya.
“Apa yang kamu pelajari malam ini?”
Kola menguap kecil.
“Kalau tubuhku dan pikiranku sudah tenang… tidur akan jadi lebih mudah.”
Ayah Kola berkata,
“Selamat tidur, Kola.”
Dan untuk pertama kalinya, sebelum ibu selesai mematikan lampu…
Kola sudah tertidur pulas.
Pagi Yang Ceria
Keesokan paginya, Kola bangun lebih cepat dari biasanya.
“Aku merasa segar!” katanya senang.
Ia bisa bermain lebih lama, tertawa lebih banyak, dan tidak mudah lelah.
Sejak hari itu, setiap malam sebelum tidur, Kola selalu:
Pertama menarik napas pelan,
Kedua memikirkan hal menyenangkan,
Ketiga lalu berkata pada dirinya sendiri,
“Sekarang waktunya istirahat.”
Dan tidur pun datang dengan mudah.
FAQ
1. Apa pesan utama dari cerita “Selamat Tidur, Kola!”?
Pesan utamanya adalah tidur itu penting dan kita bisa belajar menenangkan diri sebelum tidur supaya tubuh dan pikiran siap beristirahat.
2. Untuk usia berapa dongeng ini cocok?
Cocok untuk anak usia 4–10 tahun, terutama untuk cerita sebelum tidur.
3. Apakah teknik napas dan membayangkan hal menyenangkan bisa dilakukan anak-anak?
Ya, sangat bisa. Teknik ini sederhana dan aman untuk membantu anak merasa lebih rileks.
4. Apakah cerita ini bisa dibacakan oleh orang tua sebelum tidur?
Sangat cocok. Cerita ini memang dirancang sebagai bedtime story yang menenangkan.
5. Apa yang bisa dipelajari anak dari tokoh Burung Hantu Owi?
Bahwa meminta bantuan dan belajar dari orang bijak itu baik, dan ada cara lembut untuk mengatasi masalah.
Kesimpulan
Dongeng “Selamat Tidur, Kola!” mengajarkan bahwa:
-
Tidur adalah bagian penting dari kesehatan,
-
Pikiran yang tenang membantu kita tidur lebih cepat,
-
Rutinitas sebelum tidur membuat tubuh merasa aman dan nyaman.
Melalui cerita sederhana dan hangat, anak-anak dapat belajar bahwa waktu tidur bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi saat yang menyenangkan untuk beristirahat dan bermimpi indah.





